Thursday, January 29, 2009

Perbezaan wahabi dan sunnah waljamaah

Kini kita sering mendengar perkara-perkara atau amalan yg lazim dilakukan semasa beribadah dilabel sebagai bida'ah. Bagi mereka yg cetek ilmu pengetahuan agamanya pasti keliru dengan perkara sebegini. Ajaran Wahhabiyah kini menular sambutan dikalangan muslimin di negara kita. Adakah ini suatu yg baik atau sebaliknya? Wallahualam. Saya terpanggil untuk mengutarakan persoalaan ini setelah membaca satu artikel dari satu laman web iaitu bankwahabi.wordpress.com. Semoga artikel ini dpt memberi kita panduan dan pengetahuan ttg wahabi.

PERBEZAAN DAN PENCANGGAHAN ANTARA AJARAN WAHHABIYYAH DAN AHLI SUNNAH WALJAMAAH :

1-WAHHABI menyamakan Allah dengan manusia dan juga binatang. Wahhabi menyatakan: “Allah duduk di atas kursi”.Sila lihat Kitab mereka (puak Wahhabi): Fathul Majid, Karangan Abdul Rahman bin Hasan bin Mohd bin Abdul wahab, m/s:356, Cetakan Darul Salam, Riyadh. Manakala aqidah ahli sunnah waljamaah pula dalam bab ini dengan berdalil firman Allah : Maksudnya: “Dia(Allah) tidak menyerupai sesuatu pun daripada makhlukNya”( Allah tidak menyerupai makhlukNya dari satu segi mahupun dari semua segi, dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupainya).(Asyura ayat:11) Ketahuilah bahawa menganggap dan mengatakan bahawa Allah duduk atau bersemayam di atas arasy mahupun di atas kursi dikira kafir kerana yang demikian itu adalah sifat makhluk Maha Suci Allah daripada duduk atau bersemayam.

—————————— 2-Ibnu Baz (pemimpin wahabi) berkata: “penafian jisim dan anggota bagi Allah adalah suatu yang dicela”. Lihat juga kitab mrk Tanbihat Fi Rod Ala Man Taawwal Sifat, m/s: 19, karangan Ibnu Baz, terbitan : Riasah Ammah lilifta’ Manakala aqidah ahli sunnah waljamaah pula dalam bab ini dengan berdalil firman Allah : Maksudnya: Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatu pun dari makhlukNya baik dari satu segi mahupun dari semua segi, dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupaiNya.(Asyura ayat:11). Ketahuilah bahawa Allah ta’ala tidak sama dengan makhlukNya, Dia tidak mempunyai anggota dan jisim sebagaimana yang dimiliki oleh makhluk Maha suci Allah daripada anggota dan jisim.

—————- 3-Ibnu Baz mengatakan bahawa :”zat Allah ta’ala itu di atas arasy”. Majalah Haji, bilangan 49, juzuk 11 tahun 1415 hijrah, m/s :73 -74Makkah Manakala aqidah ahli sunnah waljamaah pula dalam bab ini dengan berdalil sabda Nabi : yg bermaksud:” Allah wujud pada azal(adaNya tanpa permulaan), dan belum wujud sesuatu selainNya”. H.R Bukhari Ketahuilah bahawa Allah ta’ala wujud tanpa tempat, kerana Dia yang menjadikan tempat yang mempunyai batasan-batasan, kadar tertentu dan bentuk sedangkan Allah tidak disifatkan sedemikian. Maha suci Allah dari bertempat.

—————- 4-Wahabi mengatakan bahawa Abu jahal dan Abu lahab lebih ikhlas pengesaan tauhid mereka kepada Allah daripada golongan orang Islam yang mengucap dua kalimah syahadah. ( yang dimaksudkan dengan orang Islam di sini ialah mereka yang bertawassul dengan wali-wali dan para solihin ). Kitab mereka: Kaifa Nafham Attauhid, Karang Mohd Basmir, m/s: 16 Riyadh Manakala aqidah ahli sunnah waljamaah pula dalam bab ini dengan berdalil firman Allah dalammenceritakan mengenai Abu lahab Maksudnya: “kelak dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala”. Ketahuilah bahawa Abu jahal dan Abu lahab bukanlah dari kalangan orang Islam.

—————- 5-Soleh bin Fauzan (wahabi) berkata: “pengikut Asya’irah dan Maturidi tidak layak digelar sebagai Ahli sunnah wal jamaah”. Rujuk kitab mrk :Min Masyahir Almujaddidin Fil Islam, m/s: 32, terbitan: Riasah ‘Ammah lilifta’ Sedangkan Al hafiz Murtadha Azzabidi berkata: “jika dikatakan Ahli sunnah wal- jamaah yang imaksudkannya adalah Asyairah dan Maturidiah”. Pengikut Asya’irah dan Maturidiah adalah golongan Ahli sunnah
dan jamaah

Menanti Imam Mahadi

Kita perlu muhasabbah diri dgn apa yg telah berlaku. Dgn membaca artikel-artikel berbentuk keagamaan dan ilmiah penting bagi kita untuk menyiap diri untuk hari akhirat. Petikan dibawah saya petik dari salah satu laman web scribb.com tulisan eramuslim. Semoga kita mendapat rahmat dan hidayah dari Allah yang maha esa.

Salah satu misteri dalam pelaksanaan ibadah haji yang tidak banyak disadari oleh umat Islam adalah peristiwa kemunculan Imam Mahdi dan proses pembaiatan terhadapnya di Makkah. Peristiwa akhir zaman ini terjadi selama berlangsungnya bulan haji, saat jutaan orang Islam dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Baitullah. Hal ini pula yang sempat mengusik keingintahuan Kami selama melakukan ibadah haji pada musim haji tahun 1428 Hijriyah ini. Apalagi seorang Ustadz di tanah air yang sangat konsern dengan masalah tersebut mengirim surat elektronik kepada Kami agar selama bulan haji ini Kami juga memperhatikan tanda-tanda di sekitar Kami apakah tanda-tanda kedatangan Imam Mahdi sudah tampak atau belum. Dalam beberapa kali pertemuan dengan Kami di tanah air, beliau telah menyampaikan tanda-tanda akan datangnya Imam Mahdi.Kami masih ingat tausiyah beliau, “Umur umat Islam tinggal beberapa tahun lagi. Kiamat akan segera tiba. Terlebih syarat-syaratnya sudah bermunculan dihadapan kita semua. ” Dalam Qur’an surat Muhammad ayat 8, Allah SWT berfirman, “Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat, (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba. Karena sesungguhnya telah datang syarat-syaratnya. “

Tanda-tanda yang dimaksud salah satunya tercantum dalam hadits shahih Nabi SAW yang diriwayatkan Muslim dari ‘Umar bin Khaththab Radhiallaahu ‘anhu, yang diriwayatkan pula oleh Ahmad dari Ibnu ‘Abbas, “Apabila budak perempuan melahirkan tuannya, dan ketika penggembala kambing yang telanjang kaki serta kekurangan pakaian tinggal di gedung-gedung tinggi..”

Apa artinya dengan konteks zaman sekarang? “Sekarang ini, sudah banyak terjadi aneka kemaksiatan. Banyak dari hamba sahaya atau yang sekarang disebut sebagai pembantu, melahirkan anak dari hasil hubungan dengan majikannya, ” ujar Ustadz tersebut.

Lantas sudah banyak pula di zaman sekarang, orang-orang yang kekurangan pakaian (berpakaian namun tidak menutupi aurat) yang tinggal di gedung-gedung tinggi (apartemen), dan tingkah laku mereka sangat jahil dan tidak beda dengan penggembala kambing yang tidak terdidik.

Tanda-tanda lainnya adalah imraatus sibyaan (kekuasaan di tangan anak-anak). Itu bisa berarti bahwa penguasa di rumah tangga adalah anak-anak, bukan lagi orang tua. Atau, yang menjadi penguasa di masyarakat adalah para pemimpin yang berkarakter kekanak-kanakan, yakni mau menang sendiri, mengedepankan emosi, sewenang-wenang, dan sebagainya.

“Anak yang kurang ajar dan suka mengatur orangtua tidak cuma ada di Barat. Di negeri kita yang mayoritas Muslim pun terjadi, anak menyuruh ibunya begini-begitu. Seolah-olah anak itulah tuan, dan si ibu menjadi hamba sahaya, ” ujarnya lagi.

Lalu tanda lainnya adalah maraknya pemutusan silaturahim antar sesama Muslim. “Manusia sekarang ini rajin menggunakan telepon untuk bisnis, namun jarang sekali menelepon orangtua atau sanak-saudara. Alasannya sibuk, cari duit. Padahal menurut Rasulullah, barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya serta diperpanjang umurnya, maka bersilaturahimlah. Ini kan lucu dan terbalik. Kita sibuk cari duit tetapi justeru memutus silaturahim, ” tambahnya lagi.

Kami ingat semua segala tausiyah beliau. Dan saat Kami berada di tengah jutaan jamaah haji yang menjadi tamu istimewa di Baitullah ini, tentu menemukan tanda-tanda kedatangan Imam Mahdi bukan merupakan perkara yang mudah.

Allah SWT sejak mengutus Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa umat Nabi Muhammad SAW merupakan umat akhir zaman. Jadi, pengertian akhir zaman itu sudah berlaku sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW yang membawa Risallah Sempurna dan Terakhir, hingga hari kiamat. Kita ini tengah berada di dalam masa akhir zaman, yang tidak seorang pun tahu persis kapan kiamat itu datang.

Menurut hadits shahih, masa akhir zaman ini terbagi menjadi lima. Pertama, masa kenabian, saat Rasulullah SAW masih hidup. Kedua, masa Khulafaur Rasyidin, mulai Abubakar, Umar, Usman, dan Ali. Ketiga, masa raja-raja menggigit (maalikan ‘adhan), yaitu masa setelah wafatnya Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu sampai runtuhnya Daulah Khilafah Utsmaniyah (1924). Keempat, masa maalikan jabariyan (penguasa diktator atau penguasa yang zalim). Dan kelima, masa kembalinya sistem khilafah.

“Kita sekarang, umat Islam saat ini, tengah berada di dalam masa maalikan jabariyan atau penguasa yang zalim atau diktator. Umat Islam walau berjumlah banyak tetapi tidak memiliki kekuatan riil. Banyak tetapi seperti buih di lautan yang bisa dnegan mudah diombang-ambingkan oleh musuh-musuh Allah, ” ujarnya.

Kezaliman ini, sesuai dengan sunatullah, tidak akan berlangsung abadi. Ada sebagian umat Islam yang akan bangkit dan memimpin perlawanan terhadap kediktatoran tersebut. Hingga umat Islam akan berhadap-hadapan dengan musuh agama Allah yang sejati yakni kaum Yahudi. Kita akan berperang habis-habisan melawan Yahudi dan kemenangan akan didapat umat Islam. Yahudi akan hancur, bahkan Yahudi akan terus diburu hingga pohon-pohon dan batu pun berbicara, “Hai kaum Muslimin, di belakangku ada Yahudi yang bersembunyi!”

Seluruh pohon dan tumbuhan akan menunjukkan tempat persembunyian Yahudi kecuali satu pohon, yakni pohon gharqad yang merupakan pohon Yahudi. Jangan heran, sekarang pohon gharqad itu banyak ditanam oleh orang-orang Israel, untuk berlindung dari serangan kaum Muslimin.
Berbagai hadits shahih menyatakan bahwa Imam Mahdi akan hadir di Makkah dan dibaiat para pemuda yang berjumlah 313 orang, suatu jumlah yang sama dengan jumlah pasukan kaum Muslimin dalam Perang Badr. Hadirnya Imam Mahdi di Makkah diduga kuat di saat pelaksanaan musim haji, karena di musim haji inilah umat Islam dari segala penjuru dunia berkumpul di Baitullah untuk merapatkan shaft, menyatukan niat, dan semata-mata beribadah guna meninggikan keimanan dan menegakkan kalimatullah. Ibadah haji bukan semata ibadah ruhiyah, namun juga memiliki nilai strategis politis dalam perjuangan umat Islam sedunia menuju Pan Islam (Persatuan Islam). Saat berkumpul di sekitar Baitullah, tidak ada lagi yang namanya umat Islam Indonesia, umat Islam Turki, umat Islam Inggris, umat Islam Afrika, umat Islam Cina, dan sebagainya. Semuanya adalah umat Islam. Titik.

Dalam perjuangan negara-negara Selatan menghadapi penjajahan dan imperialisme negara-negara Utara di masa awal dan pertengahan abad ke-20 Masehi, pelaksanaan ibadah haji kerap digunakan sebagai sebuah momen akbar pertemuan para tokoh perjuangan Dunia Islam untuk menyatukan niat dan hati, menyatukan langkah, mengatur strategi perjuangan, untuk bersama-sama bisa berjuang membebaskan negeri Muslim dan mengusir para “penjajah kafir”. Tokoh-tokoh perjuangan Indonesia seperti Agus Salim dan M. Natsir mengalami fase-fase ini.

Di saat umat Islam sedunia bertemu di Makkah, di saat umat Islam sedunia menanggalkan chauvinisme dan keashobiyahan duniawinya, di saat seperti itulah Imam Mahdi akan muncul dan dibaiat di depan Baitullah.

Pembai’atan ini tentu tidak disukai penguasa Semenanjung Arab yang langsung mengirim pasukannya untuk menangkap para pemuda itu. Namun Allah SWT akan membenamkan ke dalam bumi pasukan tersebut dan hanya menyisakan dua orang yang nantinya akan menceritakan kepada warga dunia bahwa teman-teman mereka telah tenggelam ke dalam bumi. Begitu kabar ini tersiar, semua orang akan gempar. Namun bagi kaum Muslimin yang paham tentang hadits-hadits shahih tentang munculnya Imam Mahdi, mereka akan sadar bahwa Imam Mahdi telah muncul. Dengan sesegera mungkin mereka akan berangkat memenuhi Baitullah untuk membai’atnya.

Kedatangan Imam Mahdi tentu ada syarat-syarat atau tanda-tandanya. Di antaranya adalah mengeringnya sungai Eufrat yang melintasi Irak dan ditemukannya gunung emas di bawah sungai itu. Nanti akan berduyun-duyun pasukan dari berbagai bangsa memperebutkan emas tersebut. Tiap seratus manusia datang, 99 di antaranya menemu kematian akibat berebut emas. Rasulullah Saw melarang umat-Nya ikut-ikutan dalam keserakahan itu.

Dajjal sendiri sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Sebuah hadits shahih yang panjang, diriwayatkan oleh Muslim dari Fathimah binti Qais, menyatakan bahwa ada seorang pengembara Nasrani (bukan Kristen) yang terdampar di sebuah pantai, ia turun dari kapalnya kemudian bertemu dengan binatang aneh. Binatang itu mengantarkannya ke sebuah biara.

Di biara ada seorang lelaki yang terpasung yang langsung bertanya, “Apakah sungai Tiberias sudah mengering? Apakah sudah muncul seorang lelaki yang bernama Muhammad yang disebut sebagai Nabi akhir zaman? Apakah lelaki itu sudah diusir oleh penduduk di negerinya sendiri?” Pengembara Nasrani itu penasaran, kemudian dia menelusuri Jazirah Arab untuk mencari lelaki yang dimaksud. Dia pun bertemu Muhammad SAW. Dia bertanya kepada Nabi, “Siapa orang yang dipasung itu?”

“Dialah Dajjal, ” ujar Nabi SAW. Namun Nabi SAW mengingatkan bahwa Dajjal tidak akan muncul sebelum Imam Mahdi keluar.

Tanda-tanda lainnya tentang saat kedatangan Imam Mahdi adalah terbunuhnya seorang khalifah. Namun kekhalifahan kini sudah tidak ada. Bisa jadi itu sebutan lain bagi seorang pemimpin negeri Muslim yang sangat nyata.

Ketika Imam Mahdi sudah dibai’at maka dia akan memimpin pasukan Islam dalam empat perang besar yang tidak lama waktunya. Pertama, perang melawan penguasa semenanjung Arab. Kedua, perang melawan penguasa zhalim Persia. Ketiga, perang melawan Rum atau Eropa. Dan terakhir perang melawan Dajjal dan 70 ribu tentara Yahudi. Semuanya dimenangkan pasukan Islam dengan gemilang.

Ketika Imam Mahdi sedang berkonsolidasi di Damaskus (Suriah), waktu shalat Shubuh tiba. Iqamat dikumandangkan, lalu Imam Mahdi hendak maju menjadi imam. Muncul tanda besar kedua akan terjadinya hari kiamat, yaitu Isa ‘Alaihissallam (As) turun di Menara Putih, masjid sebelah timur Damaskus.

Imam Mahdi memohon agar Isa yang menjadi imam shalat. Namun Isa As menolak, “Demi Allah, inilah kelebihan ummat Muhammad, sebagian engkau menjadi pemimpin sebagian ummat lainnya. Engkau pemimpin ummat ini, Imam Mahdi, Engkau yang memimpin shalat. Aku menjadi ma’mum. “

Sesudah shalat, mereka bertolak menuju hari bertemunya dua pasukan. Yaitu pasukan kaum Muslimin yang dipimpin Imam Mahdi dan Nabi Isa As, melawan pasukan Yahudi yang dipimpin Dajjal. Perang ini akan berlangsung di dekat Masjidil Aqsha atau Baitul Maqdis, di sekitar bukit Armagido, dan sebab itu peperangan akhir zaman tersebut juga akrab disebut sebagai Perang Armageddon.

Dajjal akan tewas ditusuk tombak oleh Nabi Isa As di pintu Lod, salah satu gerbang Baitul Maqdis. Nabi Isa As lalu mengangkat tinggi-tinggi tombak itu, agar orang-orang yang selama ini percaya pada Dajjal dan menganggapnya sebagai Tuhan, menyadari kesalahannya. Kekhalifahan Islam pun berdiri untuk terakhir kalinya. Kemakmuran akan terjadi di mana-mana. Pada masa itu tetap ada orang kafir, sampai pada masa tertentu Allah SWT mendatangkan tanda akhir zaman, yaitu hembusan angin sepoi-sepoi dari arah Yaman (selatan).

Hal ini terjadi setelah wafatnya Isa As. Semua orang Islam, walau yang hanya punya keimanan sebiji zarah, akan menghirup udara itu dan meninggal dengan penuh damai. Itulah akhir dari umur umat Islam.

Setelah umat Islam habis di dunia fana, maka tinggalah kini dunia dihuni oleh orang kafir. Kemaksiatan dan kekacauan terjadi di mana-mana, karena tidak ada lagi yang mengerjakan amar ma’ruf nahiy munkar. Rasulullah SAW menggambarkan, saat itu manusia tak akan malu-malu bersenggama seperti keledai di jalanan. Makkah dan Madinah dihancurkan, sehingga datanglah kiamat yang sangat mengerikan. Berakhirlah segala kehidupan di dunia fana ini.

Sudahkah kita mempunyai bekal yang cukup guna menghadapi satu di hari yang pasti terjadi, yang tidak ada seorang pun mengetahui kapan itu terjadi, yang mungkin saja terjadi esok atau beberapa jam setelah Anda membaca tulisan ini. Marilah kita membersihkan niat ibadah kita, semata-mata hanya untuk Islam dan Allah SWT, bukan untuk perkara-perkara yang amat sangat murah dan sepele seperti halnya kursi kekuasaan yang hanya akan membuat kita lalai dalam mengingat Allah SWt dan umat-Nya. Wallahu’alam bishawab.

Tuesday, January 27, 2009

Cubit paha kanan, paha kiri turut terasa..

Tidak dapat dinafikan pergolakan politik melayu di semenanjung sedikit sebanyak pasti akan mempengaruhi senario politik di Sarawak. Ini adalah kerana pada awal penubuhan Malaysia, salah sebuah parti politik tempatan dilihat sebagai proksi kepada UMNO. Jika kita amati betul-betul, logo dan warrna parti berkenaan memang menyerupai UMNO. hanya kerana kita tidak mahu menimbulkan sebarang salah faham dgn ketua menteri sarawak pada masa itu maka kita tidak menggunakan nama UMNO atau membuka cawangan di sini walaupun ada beberapa percubaan untuk berbuat demikian oleh individu-individu tertentu.

UMNO ditubuhkan oleh Allahyarham Dato Onn Jaafar pada 1946 di Batu Pahat Johor. Tujuan asal UMNO ialah untuk membela nasib orang melayu dan raja-raja melayu dan asas utama ialah untuk memperjuangkan kedudukan orang melayu menentang Malayan Union.

Lenyap sahaja dengan sejarah itu, kerana semua orang barangkali sudah tahu asal usul UMNO dan asas penubuhannya. Namun hari ini UMNO terkulai dengan pelbagai konflik dan masalah yang timbul. ramai berpendapat jika UMNO tewas, orang melayu juga akan tewas. jika UMNO gagal, maka MCA dan MIC juga akan gagal. jika UMNO lemah, maka kerajaan Malaysia juga akan turut lemah.

Selepas kekalahan yang teruk pada pilihanraya umum yang lalu, rata-rata parti komponen BN meletakkan kesalahan kepada pucuk pimpinan UMNO. Bekas Menteri Kesihatan Datuk Chua Jui Meng lantang bersuara menegaskan bahawa MCA harus berhenti mengharap UMNO dan mesti mulai membina kekuatan sendiri. pendapat ini disuarakan sekali lagi oleh Datuk Liow Tiong Lai, Ketua Pemuda MCA, bahawa UMNO harus stabil jika mahu BN stabil.

Ini menampakkan bahawa peranan UMNO dalam BN amat besar. kenyataan seperti ini juga banyak disuarakan oleh pemimpin pembangkang, yang berkata bahawa jika pimpinan UMNO lemah, maka kerajaan Malaysia juga akan lemah kerana UMNO merupakan tunjang kerajaan.

Mengapa UMNO Lemah? Persoalan yang kerap timbul ialah dimana salah UMNO sehingga dianggap sebegini lemah oleh pelbagai pihak termasuk pemerhati politik dari luar negara.

UMNO ditunjang oleh kepimpinan yang tidak mencerminkan kepimpinan UMNO yang sewajarnya, dalam erti kata lain, Presiden UMNO, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi telah melakukan banyak kesilapan sewaktu pentadbirannya.

Datuk Seri Presiden sendiri menekankan integriti dan hapuskan budaya rasuah. tetapi semakin beliau memperjuangkan konsep tersebut, semakin banyak kes-kes rasuah yang berlaku. samada beliau sedar atau tidak, hanya Allah yang tahu.

Beliau juga memperkenalkan konsep Islam Hadari, tetapi perlaksanaannya hanya tertumpu kepada tujuan dan matlamat sahaja. dalam 10 konsep Islam Hadari yang diperkenalkan, tidak satu pun menepati matlamat.

Kerajaan adil dan beramanah? - adilkah?amanahkah? sedang banyak isu-isu nasional yang membabitkan pemimpin kerajaan tidak dapat dijawab dengan memuaskan, bagaimana kita mahu mewujudkan kerajaan yang adil dan beramanah?

Kemasukan KJ kedalam UMNO telah menghancurkan UMNO sama sekali. sewajarnya KJ lebih bersabar sedikit. Tidak sedarkah KJ bahawa kemasukan anda sedikit sebanyak menggugat kredibiliti Pak Lah sebagai Presiden UMNO dan Perdana Menteri?

Zaman sudah berubah. rakyat hari ini sudah bertambah celik. mereka tahu menilai yang mana baik dan mana buruk. dan mereka telah menzahirkan segalanya didalam pilihanraya Umum yang lalu. ia merupakan petanda dan amaran daripada rakyat bahawa mereka tidak boleh diperbodohkan lagi.

Hari ini pemimpin UMNO berjuang kerana wang ringgit, tidak seperti pemimpin UMNO yang lampau. mereka angkuh mahu meletakkan calon mereka dimana sahaja mereka kehendaki tanpa mengambil kira pendapat rakyat. akibatnya mereka menerima padah.

Pengunguman Datuk Seri Presiden mengenai peralihan kuasa yang dijadual pertengahan Jun 2010 sedikit sebanyak melegakan ahli UMNO. pengunguman ini juga akan mengembalikan keyakinan pelabur asing. mereka mahu politik kita stabil. walaubagaimanapun, pelbagai tuduhan yang dilemparkan kepada Datuk Seri Najib harus diselesaikan dahulu. mengenai pembabitan beliau dan isteri dalam kes pembunuhan Altantuya hanya Allah sahaja yang tahu.

Namun jika kebenaran berpihak kepada keluarga Altantuya, padah amat buruk kepada UMNO. dan UMNO akan kembali lemah..

Justeru itu, parti-parti politik melayu khasnya, mestilah mencari jalan bagi memantapkan kredibiliti masing2 agar rakyat masih lagi menganggap kita relevan demi kemajuan negara.

Monday, January 26, 2009

Kita serumpun

Asal usul perkataan Melayu masih belum dapat disahkan oleh sejarawan.

Bagaimanapun terdapat beberapa bukti sejarah yang cuba mengaitkan asal-usul bahasa Melayu, seperti mana berikut:

1. Catatan orang China yang menyatakan bahawa sebuah kerajaan Mo-lo-yeu mempersembahkan hasil bumi kepada raja China sekitar 644-645 Masihi.

Dikatakan orang Mo-lo-yeu mengirimkan Utusan ke negara China untuk mempersembahkan hasil-hasil bumi kepada raja China.

2. Ada yang mempercayai kerajaan Mo-lo-yeu berpusat di daerah Jambi, Sumatera , daripada sebatang sungai yang deras alirannya, iitu Sungai Melayu.

3. Satu lagi catatan orang China ialah catatan rahib Buddha bernama I-Tsing yang menggunakan kata ma-lo-yu tentang dua buah kerajaan yang dilawatinya sekitar 675 Masihi.

4. Dalam bahasa Jawa Kuno, perkataan ``Mlayu'' bermaksud berlari atau mengembara. Hal ini boleh dipadankan dengan orang Indo-Melayu (Austonesia) yang bergerak dari Yunan.





Asal Usul Bangsa Melayu

Dipercayai berasal daripada golongan Austronesia di Yunan.

Kumpulan pertama dikenali sebagai Melayu Proto.

Berpindah ke Asia Tenggara pada Zaman Batu Baru (2500 Sebelum Masihi)

Keturunannya Orang Asli di Semenanjung Malaysia, Dayak di Sarawak dan Batak di Sumatera.

Kumpulan kedua dikenali sebagai Melayu Deutro

Berpindah ke Asia Tenggara pada Zaman Logam kira-kira 1500 Sebelum Massihi.

Keturunannya orang Melayu di Malaysia

Dikatakan lebih bijak dan dan mahir daripada Melayu Proto.

Bijak dalam bidang astronomi, pelayaran dan bercucuk tanam.

Bilangan lebih banyak daripada Melayu Proto.

Menduduki kawasan pantai dan lembah di Asia Tenggara.

Orang ini, kumpulan pertama dan kedua, dikenali sebagai Austronesia.

Bahasa-bahasa yang terdapat di Nusantara sekarang berpunca daripada bahasa Austronesia ini.



Nik Safiah Karim menerangkan bahawa bahasa Austronesia ialah satu rumpun bahasa dalam filum bahasa Austris bersama-sama dengan rumpun bahasa Austroasia dan Tibet-China (rujuk carta alir di atas).

Bahasa Melayu termasuk dalam bahasa-bahasa Golongan Sumatera bersama-sama dengan bahasa-bahasa Acheh, Batak, Minangkabau, Nias, Lampung dan Orang Laut.



Perkembangan Bahasa Melayu

Ahli bahasa membahagikan perkembangan bahasa Melayu kepada tiga tahap utama iaitu:

* Bahasa Melayu Kuno,
* Bahasa Melayu Klasik dan
* Bahasa Melayu Moden.



Bahasa Melayu Kuno

Merupakan keluarga bahasa Nusantara

Kegemilangannya dari abad ke-7 hingga abad ke-13 pada zaman kerajaan Sriwijaya, sebagai lingua franca dan bahasa pentadbiran.

Penuturnya di Semenanjung, Kepulauan Riau dan Sumatera.

Ia menjadi lingua franca dan sebagai bahasa pentadbiran kerana:

* Bersifat sederhana dan mudah menerima pengaruh luar.
* Tidak terikat kepada perbezaan susun lapis masyarakat
* Mempunyai sistem yang lebih mudah berbanding dengan bahasa Jawa.

Banyak dipengaruhi oleh sistem bahasa Sanskrit. Bahasa Sanskrit kemudian dikenal pasti menyumbang kepada pengkayaan kosa kata dan ciri-ciri keilmuaan (kesarjanaan) Bahasa Melayu.

Bahasa Melayu mudah dipengaruhi Sanskrit kerana:

* Pengaruh agama Hindu
* Bahasa Sanskrit terletak dalam kelas bangsawan, dan dikatakan mempunyai hierarki yang tinggi.
* Sifat bahasa Melayu yang mudah dilentur mengikut keadaan dan keperluan.

Bahasa Melayu kuno pada batu-batu bersurat abad ke-7 yang ditulis dengan huruf Pallawa:

* Batu bersurat di Kedukan Bukit, Palembang (683 M)
* Batu bersurat di Talang Ruwo, dekat Palembang (684 M)
* Batu bersurat di Kota Kampur, Pulau Bangka (686 M)
* Batu bersurat di Karang Brahi, Meringin, daerah Hulu Jambi (686 M)

Bahasa Melayu kuno pada batu bersurat di Gandasuli, Jawa Tengah (832 M) ditulis dalam huruf Nagiri.

Ciri-ciri bahasa Melayu kuno:

* Penuh dengan kata-kata pinjaman Sanskrit
* Susunan ayat bersifat Melayu
* Bunyi b ialah w dalam Melayu kuno (Contoh: bulan - wulan)
* bunyi e pepet tidak wujud (Contoh dengan - dngan atau dangan)
* Awalan ber- ialah mar- dalam Melayu kuno (contoh: berlepas-marlapas)
* Awalan di- ialah ni- dalam bahasa Melayu kuno (Contoh: diperbuat - niparwuat)
* Ada bunyi konsonan yang diaspirasikan seperti bh, th, ph, dh, kh, h (Contoh: sukhatshitta)
* Huruf h hilang dalam bahasa moden (Contoh: semua-samuha, saya: sahaya)



Peralihan Bahasa Melayu Kuno Ke Bahasa Melayu Klasik

Peralihan ini dikaitkan dengan pengaruh agama Islam yang semakin mantap di Asia Tenggara pada abad ke-13.

Selepas itu, bahasa Melayu mengalami banyak perubahan dari segi kosa kata, struktur ayat dan tulisan.

Terdapat tiga batu bersurat yang penting:

a. batu bersurat di Pagar Ruyung, Minangkabau (1356)

* ditulis dalam huruf India
* mengandungi prosa melayu kuno dan beberapa baris sajakm Sanskrit.
* bahasanya berbeza sedikit daripada bahasa batu bersurat abad ke-7.

b. Batu bersurat di Minye Tujuh, Acheh (1380)

* masih memakai abjad India
* buat pertama kalinya terdapat penggunaan kata-kata Arab seperti kalimat nabi, Allah dan rahmat

c. batu bersurat di Kuala Berang, Terengganu (1303-1387)

* ditulis dalam tulisan Jawi
* membuktikan tulisan Arab telah telah digunakan dalam bahasa Melayu pada abad itu.

Ketiga-tiga batu bersurat ini merupakan bukti catatan terakhir perkembangan bahasa Melayu kerana selepas abad ke-14, muncul kesusasteraan Melayu dalam bentuk tulisan.



Bahasa Melayu Klasik

Kegemilangannya boleh dibahagikan kepada tiga zaman penting:

* Zaman kerajaan Melaka
* Zaman kerajaab Acheh
* Zaman kerajaan Johor-Riau

Antara tokoh-tokoh penulis yang penting ialah Hamzah Fansuri, Syamsuddin al-Sumaterani, Syeikh Nuruddin al-Raniri dan Abdul Rauf al-Singkel.

Ciri-ciri bahasa klasik:

* ayat: panjang, berulang, berbelit-belit.
* banyak ayat pasif
* menggunakan bahasa istana
* kosa kata klasik: ratna mutu manikam, edan kesmaran (mabuk asmara), sahaya, masyghul (bersedih)
* banyak menggunakan perdu perkataan (kata pangkal ayat): sebermula, alkisah, hatta, adapun.
* ayat songsang
* banyak menggunakan partikel ``pun'' dan `'lah''



Bahasa Melayu Moden

Bermula pada abad ke-19. Hasil karangan Munsyi Abdullah dianggap sebagai permulaan zaman bahasa Melayu moden.

Sebelum penjajahan Beritish, bahasa Melayu mencapai kedudukan yang tinggi, berfungsi sebagai bahasa perantaraan, pentadbiran, kesusasteraan, dan bahasa pengantar di pusat pendidikan Islam.

Selepas Perang Dunia Kedua, British merubah dasar menjadikan bahasa Inggeris sebagai pengantar dalam sistem pendidikan.

Semasa Malaysia mencapai kemerdekaan, Perlembagaan Persekutuan Perkara 152 menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan.

Akta Bahasa Kebangsaan 1963/1967 menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa rasmi negara. Laporan Razak 1956 mencadangkan bahasa Melayu sebagai pengantar dalam sistem pendidikan negara.

Sunday, January 25, 2009

Inikah perubahan yang BN ingini?

Setelah pilihanraya umum ke 12 yang lalu, banyak persoalan telah timbul mengenai perubahan sikap para pengundi. Kecenderungan mereka untuk memilih calon dari Pakatan Rakyat begitu ketara sekali. Kebanyakkan persoalan tersebut terjawab dengan apabila seorang demi seorang pemimpin parti2 komponen terlibat dengan beberapa kes-kes yang tidak sepatutnya dilakukan. Persoalannya..sampai bila kepimpinan parti2 komponen BN sedar akan kelemahan mereka dan apakah tahap keberanian mereka dalam melakukan reformasi dalam parti masing-masing. Spatutnya, pemimpin-pemimpin yang korup mestilah dihapus dengan segera kerana mereka diibarat penyakit barah. Semakin dibiarkan semakin merebak dan akhirnya menemui ajal.

Khas untuk tatapan anda, bacalah kenyataan berikut dan apa pendapat anda...

—PRESS STATEMENT FOR IMMEDIATE RELEASE—

PETALING JAYA, 25 JANUARI 2009

Assalamualaikum,

After taking into consideration the development of the political atmosphere, specifically the direction of the public’s support since the 12th General Election in March 2008, and also the condition that exists now in Umno and its leadership, I have taken the decision to leave Umno and join PKR, one of the parties in Pakatan Rakyat, effective today.

This decision has been taken after a long study and consideration of the public’s interest in general, especially my supporters and voters in the state assembly area of Bota.

1. I am very confident in the leadership of PKR that has the will and strong idealism to fight for the rights and interest of the multiracial public in this country.

2. I am confident that PKR will uphold and respect the rights that are enshrined in the Federal Constitution especially the position of Bahasa Malaysia as the official language, the sovereignty of the Malay rulers and the position of Islam as the official religion.

3. I believe that PKR and its partners in Pakatan Rakyat can establish a stronger coalition of component parties for the interest of the general public.

4. This will enable me to be a more effective assemblyman and to offer the best service to the local residents, seeing as Pakatan Rakyat has already established government in Perak.

DATO NASARUDIN BIN HASHIM

PERAK STATE ASSEMBLYMAN FOR BOTA

Thursday, January 22, 2009

Antara punca rakyat memulaukan parti komponen BN

Setakat hari ini, kita sudah menyaksikan kesudahan pilihanraya umum dan 2 pilihanraya kecil. Keputusannya sangat mengejutkan. Mulalah kita saling menuding jari bagi meletakkan kesalahan diri kepada orang lain.

Jika kita amati budaya politik yang diamalkan oleh rakan-rakan di dalam parti komponen BN banyak menjadi punca rakyat hilang kepercayaan terhadap kewibawaan mereka. Perebutan kuasa, politik wang, skandal seks, rasuah, enggan memberi laluan kepada generasi muda walaupun usia sudah terlalu senja dan banyak lagi isu telah menyebabkan rakyat mual dengan BN.

Media juga banyak memainkan peranan dalam kejatuhan sokongan rakyat. Hampir setiap hari, karenah pemimpin BN disiarkan lebih-lebih lagi yang berkaitan dengan jenayah. Jika BN ingin kekal relevan di hati rakyat, maka para pemimpin mesti berani membuat perubahan dan memberi laluan kepada generasi muda untuk memimpin barisan hadapan. Ketelusan, keikhlasan, amanah dan kerajinan menjadi musuh utama pemimpin kita. Jika mereka dapat mengamalkan perkara-perkara tersebut nescaya sokongan rakyat akan kembali padu.

Insyaallah..

Monday, January 19, 2009

Sarawak oh Sarawak

Tidak dapat dinafikan lagi perubahan pemikiran rakyat tentang kepimpinan negara kini sedang berkembang dan amat membimbangkan ramai ahli serta penganalisis politik. Terlalu sukar untuk mengetahui apakah piliha mereka walaupun telah disogok dengan pelbagai ransangan. Kita telah saksikan 2 pilkihanraya kecil sejak pilihanraya umum yang lalu dan kedua-duanya dimenangi oleh PR.

Kedua-dua pihak mempunyai kumpulan pemikir yang hebat dan sentiasa mencari strategi dan jawapan bagi memenangi hati rakyat. Setakat ini jelas pihak PR mempunyai kelebihan. Sandiwara hudud dikalangan mereka memang mempuinyai kelebihan. Tatkala pihak BN cuba menanampakkan kelemahan PR dengan memainkan isu hudud, jelas jerat telah makan tuan.

Kini semua tumpuan beralih ke Sarawak. Pilihanraya negeri akan diadakan sedikit masa lagi. Apakah pihak BN negeri dan Nasional telah cukup bersedia untuk menghadapi gelombang kebangkitan PR atau mereka masih lagi bermimpi di buaian kerajaan langit. Jika pihak BN Sarawak tidak melakukan sesuatu yang drastik, tidak mustahil peristiwa Permatang pauh dan Kuala Trengganu akan berulang lagi. Kita perlu berani membuat pengorbanan politik demi survival politik kita.